“Angkanya memang naik. Conde Nast Traveler memberi pengaruh yang tidak sedikit lantaran majalah pariwisata itu memuat beragam artikel soal keindahan Bali,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Agung Yuniartha, Kamis (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Destinasi favorit lainnya adalah Pantai Sanur karena pantainya tenang dan sunrise-nya yang mengagumkan. “Pantai Dream Land juga ikut jadi buruan wisman Rusia. Juga Pantai Jimbaran dan Pantai Nusa Dua,” tambah Agung.
Pengamat pariwisata Dewa Nyoman Putrawan mengatakan, publikasi di Conde Nast Traveler punya pengaruh besar terhadap peningkatan jumlah wisman selain kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) untuk 169 negara, termasuk Rusia.
“Regulasi yang kaku sudah disederhanakan. Wisman bisa langsung terbang, bisa langsung berwisata ke Indonesia tanpa perlu menunggu jadinya visa. Ongkos pengurusan bisa jadi bisa dialihkan ke hal lain. Dampaknya sangat besar,” ujar Nyoman.
Umumnya, turis asal Rusia datang ke Bali memanfaatkan penerbangan sistem carteran. Nyoman meyakini, jika ada perusahaan penerbangan nasional menyediakan layanan direct flight Denpasar-Rusia pergi – pulang, kedatangan turis Negeri Beruang Merah ke Bali akan makin ramai.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Rusia sudah menjadi negara tahap pertama menikmati bebas visa kunjungan (BVK). "Memang harus diakui, problem kita adalah tidak ada direct flight yang menghubungkan seluruh destinasi wisata kita dari Moskow atau kota-kota besar di Rusia," ujar Arief Yahya. (sil)