Selain Bali, masih ada Yogyakarta, Solo, Flores, Toraja, Wakatobi, Raja Ampat, juga destinasi lain. "Ini merupakan salah satu upaya dari Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan lokasi wisata lain di luar Bali, yaitu Beyond Bali," kata Taufik Nurhidayat, Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Kementerian Pariwisata saat Fam Trip Tour Operator Australia Yogya-Solo-Bali di Novotel Benoa, Bali, Jumat (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Flores punya potensi wisata yang besar. Wisatanya masih banyak yang bisa digarap," kata dia.
"Toraja dan Wakatobi juga punya potensi yang sama. Semua punya fokus yang berbeda-beda. Dari alam, tradisi sampai diving."
Toraja misalnya, wilayah ini dikenal dengan ritual upacara kematiannya. Padahal sebenarnya, kata Yvone, Toraja masih punya potensi yang menggiurkan lainnya, misalnya desa wisata, sawah, dan juga wisata kopi Toraja yang berkelas internasional.
Selain itu, Flores juga bisa diunggulkan lewat wisata kopi dan alamnya. Sedangkan Wakatobi diunggulkan dari segi wisata alamnya lewat diving.
Potensi wisata yang berbeda ini membuat berbagai daerah akhirnya membidik pangsa turis yang cukup berbeda. "Sekarang ini Flores, Wakatobi, dan Toraja, lebih membidik turis dari Eropa."
Masih Sulit Kalahkan Bali
Kendati Indonesia punya banyak alternatif wisata, posisi Bali sebagai lokasi wisata populer di Indonesia masih sulit terkalahkan. Nyoman Wardawan, Kepala Bagian Divisi Marketing Wisata Dinas Pariwisata Bali mengungkapkan bahwa Pulau Dewata memang selalu punya hal baru untuk 'dijual.'
Hal tersebut menjadi senjata ampuh untuk makin memperkenalkan Bali ke mata dunia. Apalagi Pulau Dewata ini sudah memiliki target pasarnya sendiri.
"Bali punya banyak pasar. Ada pasar wajib, pasar potensial dan juga emerging market. Untuk pasar potensial ini ada 20 negara" kata Nyoman Wardawan kepada CNNIndonesia.com di Denpasar, Bali.
Sementara, pasar wajib Bali adalah Jerman, Inggris dan Jepang. Sedangkan pasar potensialnya antara lain Australia, China, Korea, Singapura, dan Belanda. Emerging market Bali adalah India, Rusia dan China.
"Di Bali, sampai saat ini adalah wisatawan mancanegara terbanyak berasal dari Australia, China, Jepang, dan Malaysia,” tuturnya. (les/les)