Didaulat untuk kelima kalinya sebagai pengisi ajang fesyen ini, Priyo Oktaviano mengaku karyanya kali ini sangat berbeda dari gelaran fesyen sebelumnya. Dikenal sebagai desainer yang kerap mengangkat kekuatan kain dan budaya Indonesia, Priyo memutuskan untuk menampilkan 20 koleksi busana bertema 'Potpourri'.
Untuk koleksi semi couture bergaya Prancis klasik ini, Priyo mendapatkan inspirasi dari bunga kering 'Potpourri' yang kemudian diimplementasikan dengan gaya rococco, dipopulerkan oleh Madame Pompadour dan Marie Antoinette.
Lihat juga:Dua Dekade Perjalanan Sang Maestro Hairpiece |
Kolaborasi Priyo Oktaviano dari Indonesia dan Frederick Lee dari Singapura dengan Couture Collection mereka menjadi opening night Fashion Nation " A Decade of Pure Decadance" di Fashion Nation, Senayan City, Jakarta, Kamis 14 April 2016. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan bahan delicate seperti chantily lace dan bahan-bahan ringan yang memiliki efek sheer seperti tullie, voile, organdy, dan linen, membuat gaun-gaun Priyo tampil menunjukkan esensi romantik dan sisi feminin yang klasik.
Lihat juga:Satu Dekade Fashion Nation |
Priyo Oktaviano mengeluarkan koleksinya dengan warna-warna pastel dan powdery yang dikerjakan dengan teknik bordir dan 3D embroidery. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Perpaduan ironis antara kekuatan bentuk dan tekstur menjadi pilihan Lee. Kombinasinya tersebut menghasilkan rancangan yang mengesankan sebuah 'rahasia' yang mengaburkan batas radikal dan gaun malam, dengan keseksian yang tak terduga namun tetap glamour.
Sebagai couture-fashion desainer yang kerap memadukan karyanya dengan unsur seni dan teatrikal. Lee yang telah 20 tahun berkarya pun, dikenal selalu konsisten menampilkan unsur drama dengan gaya flamboyan dan glamornya.
(meg)
Kolaborasi Priyo Oktaviano dari Indonesia dan Frederick Lee dari Singapura dengan Couture Collection mereka menjadi opening night Fashion Nation " A Decade of Pure Decadance" di Fashion Nation, Senayan City, Jakarta, Kamis 14 April 2016. (CNN Indonesia/Andry Novelino)