Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Lily S Sulistyowati melihat tingkat Diabetes yang tinggi di Indonesia karena kurangnya penyadaran untuk melakukan deteksi dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, ia menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah gaya hidup pola konsumsi makanan.
"Semua hanya karena gaya hidup yang keliru. Kuliner indonesia luar biasa, tampilannya membuat tergiur, tapi kalau dicek dalamnya banyak yang buat kita tidak sehat," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. R. Koesmedi Priharto, mengungkapkan bahwa porsi makan yang tepat adalah nasi seperempat porsi, sayur setengah porsi, dan ikan atau lauk pauk seperempat porsi.
"Kebanyakan masyakarat malah menempatkan nasi sebagai porsi yang paling banyak padahal itu salah," ujar Kusmendi.
Pola makan yang direkomendasikan untuk mencegah risiko diabetes berdasarkan Panduan Penyelenggaraan Kampanye Hari Kesehatan Sedunia 2016 adalah:
1. Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Konsumsi 5 porsi sayur dan buah setiap hari kurangi penggunaan garam, gula dan lemak serta hindari makanan olahan yang mengandung banyak gula dan garam.
2. Upayakan untuk bergerak secara aktif dalam melakukan aktifitas fisik olah raga secara baik benar, teratur dan terukur (BBTT).
3. Lakukan pemeriksaan kesehatan atau deteksi dini faktor risiko Diabetes secara teratur, awasi berat badan dan jaga agar tetap ideal (lMT 18-23) periksa gula darah dan tekanan darah secara berkala.
4. Bagi yang sudah menyandang Diabetes, ikuti saran medis dengan minum obat teratur, menjaga pola makan, beraktivitas fisik dan meningkatkan kemandirian.
(chs)