Konsep pembangunan wahana selfie deck di Gunung Selok itu berawal dari fenomena baru wisatawan, yakni berswafoto untuk dipasang sebagai gambar profil di berbagai media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak hadirnya wahana selfie deck, ujar Wawan, kunjungan wisatawan ke Gunung Selok mengalami peningkatan drastis, wisatawan harus antre untuk sekadar berswafoto di atas selfie deck.
"Sebelum adanya wahana selfie deck, kunjungan wisatawan ke Gunung Selok dalam sebulan paling hanya 700-1.000 orang, namun sekarang kunjungan wisatawan pada hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang. Bahkan, pada Sabtu dan Minggu pekan kemarin menembus angka 1.200 pengunjung," katanya.
Wisatawan yang ingin berswafoto di selfie deck Gunung Selok cukup membayar tiket tanda masuk sebesar Rp3.000 pada hari biasa dan Rp4.000 pada hari Sabtu/Minggu/libur. Sebelum menjangkau lokasi selfie deck, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh beberapa ratus meter di antara keindahan pohon mahoni.
Menurut dia, Perhutani juga menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mara Seloka Jaya, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap, dan pemuda setempat untuk mengatur parkir sepeda motor. Sehingga kehadiran wahana selfie deck sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. (sil)