Dilansir Independent, 'rivets' memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap sejarah denim, dan menariknya, bagaimana sampai memperoleh popularitas yang sangat besar. Bahkan, logam ini yang kemudian sebagai penyebab awal mula penciptaan 'jeans'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk alasan ini, istri dari seorang buruh kala itu pergi ke seorang penjahit, Jacob Davis, dan bertanya apakah ia bisa membuat celana kerja denim yang tidak mudah hancur.
Hingga muncullah ide yang digagas Davis untuk menempatkan 'rivets' pada bagian jeans yang mudah renggang, seperti pada sudut saku. 'Rivets' ini membantu menyatukan kain bersamaan, dan membuat celana tidak mudah robek.
Untuk membuat celana yang diberi 'rivets', Davis membutuhkan mitra bisnis, karenanya kemudian menghubungi Levi Strauss. Saat itu Strauss adalah pedagang kain, yang juga menjual kain pada Davis untuk membuat celana panjang.
Pada 1873, kedua pria tersebut menerima hak paten untuk desainnya, dan penjualan celana tersebut meraih sukses besar. Serta semasa 1960-an, mereka hanya menamakannya sebagai 'jeans'. (sil)