"Ketika kita melihat perbedaan antara laki-laki dan perempuan, penjelasan sering bermuara pada evolusi seleksi seksual, proses yang meningkatkan peluang seksual (kawin)," tulis The Conversation.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mereka, pria tak cukup hanya sekadar menarik secara seksual, tapi pria juga harus bersaing dengan pria lainnya untuk meningkatkan kesempatan mendapatkan pasangan. Di sinilah fungsi jenggot pria.
Penelitian telah berulang kali menemukan bahwa baik laki-laki dan perempuan menganggap pria berjenggot sebagai orang yang lebih tua, kuat dan agresif. Anda juga tahu bahwa laki-laki dominan ternyata punya kesempatan mendapatkan pasangan karena berhasil mengintimidasi saingannya. Perhitungan matematikanya, jenggot sama dengan dominasi, dan dominasi berarti lebih mudah dapat perempuan.
Ketegangan untuk memenangkan persaingan tidak hanya berlaku untuk jenggot dan suara. Pria juga rata-rata berpikir bahwa mereka harus punya tubuh yang berotot. Hal ini sama dengan keadaan bahwa perempuan lebih percaya diri kalau mereka akan medapat pasangan jika mereka punya tubuh sempurna yang langsing dan cantik dengan pulasan make-up.
(chs)