Sebuah studi baru menunjukkan pergeseran jam kerja sesekali ke malam hari dalam waktu yang lama, bisa memperburuk kesehatan, bahkan menyebabkan kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyimpulkan pergantian waktu jam kerja dan siang ke malam dan kemudian kembali ke siang, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
"Ada sejumlah faktor risiko yang diketahui menjadi penyebab penyakit jantung koroner, seperti merokok, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan berat badan berlebih,” kata Dr Celine Vetter, penulis utama makalah di Journal of American Medical Association, dilansir dari Independent.
Menurutnya, meski telah melakukan berbagai pencegahan, ia melihat masih ada peningkatan risiko penyakit jantung koroner, terkait dengan rotasi waktu kerja. Bekerja pada waktu malam dapat membuat metabolisme tubuh menjadi buruk dan meningkatkan risiko keguguran pada wanita. Mereka juga menemukan bahwa pegawai yang bekerja tiga malam atau lebih, dalam satu bulan, memiliki 15-18 persen kemungkinan lebih tinggi terserang jantung koroner.
Dr Vetter menyebutkan, efek ini lebih berbahaya bagi kaum wanita. Pengaruhnya akan berbeda jika laki-laki yang menjalani hal tersebut.
"Kami percaya bahwa hasil penelitian ini menggarisbawahi kebutuhan penelitian masa depan dan untuk lebih mengeksplorasi hubungan antara jadwal rotasi kerja dan karakteristik individu, guna mengurangi risiko penyakit jantung koroner," katanya. (les)