"Abang-None itu sempat dalam satu hingga dua tahun terakhir memiliki citra tidak bermanfaat, menghabiskan anggaran, bahkan saya sempat mendengar ingin dihapus terkait dengan pembenahan anggaran," kata Rizkie Maulana Putra, ketua Ikatan Abang None Jakarta atau IANTA ketika berbincang dengan CNNIndonesia.com seusai acara ‘Satu Hari Menjadi Inspirasi’ di SDN 01 Tegal Parang Jakarta Selatan, Senin (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara protokoler, memang belum ada eksplorasi. Kalau mengandalkan pemerintah untuk inovasi akan lama dan kami tak ingin menunggu," kata Rizkie. "Masyarakat mungkin tahu tentang Abang-None, tapi fungsinya banyak yang tidak tahu.”
Karena belum optimalnya pemberdayaan lebih dari 7000 alumni Abnon sejak 1968 dan citra negatif yang mulai muncul, mereka memutuskan menjadi guru bagi murid-murid sekolah dasar. Pendidikan dasar dipilih karena dianggap masih sangat mungkin membuka pandangan anak-anak dan mendapatkan inspirasi sosok untuk dijadikan pacuan pembelajaran.
IANTA memboyong 12 alumni Abang-None untuk menjadi pengajar siswa SD dalam sehari. Mereka terdiri dari berbagai bidang, seperti insinyur, dokter, wakil kepala sekolah, korporat, hingga pengusaha. Para Abnon yang datang ini mulai dari alumni 1987 hingga 2015.
Para alumni Abang None berharap dengan berinisiatif menjadi guru, citra buruk Abang None bisa diperbaiki. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo) |
Pemilihan Abang None digelar setiap tahun sejak 1968. Acara ini bertujuan mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Betawi. Selain itu, menurut Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2010, ajang Abnon berfungsi sebagai sarana remaja Jakarta berperan aktif dalam kegiatan kepariwisataan dan kebudayaan Jakarta.
Dalam Pergub itu juga, tercantum serangkaian kegiatan yang menjadi pemberdayaan para Abnon, seperti protokol gubernur hingga walikota, aktif kegiatan promosi pariwisata dan kebudayaan, kemudian pemberdayaan di bidang sosial, kemanusiaan, serta keagamaan.
“Dilihat dari sudut pandang lain, yaitu sumber daya, Abnon ini punya sumber daya dengan banyak keahlian tapi belum dimanfaatkan untuk pengembangan masyarakat,” kata Rizkie.
"Kami berencana membuat kegiatan ini secara kontinyu per tiga bulan dengan sekolah yang berbeda dan kemudian laporannya akan kami sampaikan kepada pihak yang terkait. Semoga nantinya bisa didukung." (les)
Para alumni Abang None berharap dengan berinisiatif menjadi guru, citra buruk Abang None bisa diperbaiki. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)