Olahraga Offroad Tak Sekadar Puaskan Adrenalin

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 07/05/2016 13:58 WIB
Olahraga Offroad Tak Sekadar Puaskan Adrenalin (Dok.Indonesian Offroad Expedition-IOX)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjalani hobi penuh adrenalin seperti offroad memang identik dengan olahraga para pemburu petualangan. Menerabas sungai berlumpur, hutan dengan tanah berundak-undak, hingga kaki gunung, kerap menjadi impian yang ingin digapai para offroader, sebutan untuk penggemar olahraga offroad.

Perkenalan seseorang dengan petualangan ekstrim seperti offroad memang dapat dipicu berbagai hal. Mulai dari tertarik dengan hal-hal berbau otomotif, ingin mendapatkan pengalaman hidup yang sangat menarik, hingga sekadar membuktikan diri sebagai pria sejati.

Seperti yang diakui oleh Vice Chairman Indonesia Offroad Expedition, Toto Widyarto. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai arsitektur desain dan kontraktor ini, mengaku mengenal olahraga offroad dari ketertarikannya dengan mobil jip, kala melihat sebuah iklan di koran sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar.


Ketertarikannya ini berlanjut hingga duduk di bangku SMA. Setelah cukup lama tergiur dengan mobil-mobil jip, Toto baru bisa memiliki kendaraan favoritnya itu pada saat menjadi mahasiswa. Kala itu, dia menilai sosok pengendara jip sebagai tampilan yang keren. Macho, katanya.

"Kan itu ‘cowok banget’. Kalau dari sisi cowok ya, pasti cewek gampang suka. Faktor psikologis yang normal dan pasti semua mengalami itu. Bohong kalau enggak pernah," ungkap Toto kepada CNNIndonesia.com.

Sejak itu, Toto pun mulai menekuni ketertarikannya. Beberapa tahun berlalu sejak berkenalan dengan jip, dia pun mulai tertarik dengan olahraga offroad yang bisa dia lakukan bersama kendaraan andalannya.

Badan mobil dan performa jip yang cukup besar memang khas dengan harga dan biaya perawatan olahraga offroad yang juga sangat besar. Meski begitu, harga tak jadi masalah untuk Toto menekuni kegemarannya ini. Baginya, semua hobi sama saja, pasti membutuhkan biaya.

"Semua hobi butuh biaya. Lari butuh sepatu, travelling butuh biaya, ini karena faktor mobil besar pasti mahal," katanya.
(Dok.Indonesian Offroad Expedition-IOX)
Meski begitu, menurut Toto, hobi offroad tak selalu identik dengan menghamburkan uang. Menurutnya, hobi yang ia gemari itu dapat memberi nilai positif pada lingkungan seperti membangun wisata dan budaya untuk wilayah yang tak dapat diakses kendaraan biasa.

Dia menceritakan, menjalani hobi offroad seringkali membuat dia berkesempatan untuk dapat memberi bantuan ke daerah-daerah yang terkena bencana alam.

"Kami bisa melakukan sesuatu dengan jeep yang kami miliki. Misalnya ada bencana banjir di Jakarta, gempa Yogya, tsunami Aceh. Coba kalau hobi kita mobil ‘ceper’, ya tidak bisa apa-apa," ujar Toto.

"Hobi jip ini bisa kami nikmati, dan orang lain juga bisa dapat manfaatnya. Kalau mobil lain kepuasannya untuk sendiri aja. Tidak doing something buat yang lain. Itu yang membuat kami menekuninya."

Selain mendapat kesempatan membantu orang lebih banyak, menurut Toto, hobi offroad juga memberikan kepuasan batin tersendiri.

Baginya, dapat menikmati alam terbuka bersama teman-teman sepanjang mengikuti ekspedisi, bisa memberikan kepuasan tersendiri. Terlebih bagi para offroader asal Jakarta.

"Saya tinggal di Jakarta, ada polusi, macet, panas, debu, dan sebagainya. Agar adem harus pakai AC (air conditioner). Kalau offroad , kami masuk ke hutan, dengar suara air dan itu segarnya bisa luar biasa. Kemudian bisa camping dengan ala kadarnya yang bikin makan mi instan, tapi bisa ngerasain nikmat yang ngalahin steak bintang lima, karena bareng teman-teman," kata Toto.

(meg/meg)