Bourdain juga tak segan menyambangi daerah rawan, macam kancah perang, lantaran tertarik mencicipi kuliner khas setempat. Saat diwawancarai Bon Appétit, baru-baru ini, ia mengaku tertarik mengunjungi Afghanistan.
“Saya ingin pergi ke Afghanistan,” kata sang pemandu acara Parts Unknown kepada Bon Appétit, dikutip laman People. “Saya ingin mencari celah bisa selamat sampai di sana bersama kru saya. Kawasan utaranya relatif aman.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekalipun dikenal sebagai pakar kuliner yang seolah tak gentar mencicipi makanan apa pun dan di mana pun, ternyata Bourdain punya pantangan. Ia menghindari memesan makanan di pesawat dan room service di hotel.
“Tidak ada seorang pun yang merasa lebih baik setelah menyantap makanan di pesawat,” kata Bourdain. “Menurut saya, orang-orang makan di pesawat lantaran bosan. Saya tidak makan selagi terbang. Saya lebih baik tiba dalam keadaan lapar.”
Tentu saja, ada perkecualian di penerbangan tertentu. “Untuk penerbangan super jarak jauh, saya memesan keju dan makanan yang diproses. Saya memakan keju dan menenggak ketololan saya sendiri,” katanya seolah menyesal.
Lain halnya saat berada di hotel. Bourdain menyarankan, sebaiknya berpikir dua kali sebelum memesan makanan. “Jika anda sendirian dan benar-benar ingin menenggelamkan diri dalam depresi tragis, pesan saja hamburger lewat room service.”
[Gambas:Youtube]
(vga/vga)