Garam dapur dibuat melalui proses sederhana dari penguapan atau evaporasi air laut, dan memiliki tekstur yang lebih kasar. Sedangkan, garam meja merupakan hasil tambah dari dalam tanah, yang diproses lebih rumit untuk mengilangkan mineral lain, dan garam meja cenderung lebih halus. Proses pengolahan garam meja yang lebih rumit, membuat harganya lebih mahal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses ini diulang hingga tujuh kali dan kemudian dipanggang lagi pada suhu yang lebih panas, sehingga garam yang mencair tampak seperti lelehan magma. Hasil tersebutlah yang kemudian dituangkan dan dibiarkan mengeras menjadi kristal-kristal garam.
Selain itu, garam dari hasil dari proses tersebut dinamakan 'Amethyst Bamboo 9x' dan membuatnya garam ini lebih kuat dengan memiliki aroma pembakaran, sulfat, serta sedikit rasa manis.
Garam bambu ini juga memiliki manfaat kesehatan yang diakui dalam pengobatan Tao seperti penghambatan sel kanker.
Prosesnya yang begitu sulit dan berkali-kali membuat garam ini akhirnya menjadi salah satu garam mewah yang dijual dengan kisaran harga US$62 atau setara Rp824 ribu untuk satu jar berukuran 65 gram dan seharga US$272 atau setara Rp3,6 juta untuk satu kantong berukuran 453 gram.
(meg)