Namun, sebuah penelitian mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa minuman probiotik seperti minuman kesehatan dan yogurt memiliki manfaat bagi orang dewasa yang sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil ulasan terbaru menyebutkan bahwa definisi tersebut harus dipertanyakan kembali. Ilmuwan mempelajari komposisi bakteri dari kelompok mikroorganisme yang ditemukan dalam tinja. Dari tujuh percobaan yang dianalisis, hanya satu yang melaporkan adanya perubahan signifikan pada koloni bakteri yang terbentuk setelah konsumsi probiotik.
"Menurut tinjauan sistematis kami, tidak ada bukti yang meyakinkan adanya efek yang konsisten dari probiotik setelah diperiksa komposisinya mikrobiota feses pada orang dewasa yang sehat,” ujar Nadja Buus Kristensen, seorang mahasiswa PhD dan penulis junior, dilansir dari Huffington Post.
Oluf Pedersen, Profesor University of Copenhagen, mengatakan meskipun ada beberapa bukti dari tinjauan sebelumnya bahwa intervensi probiotik dapat bermanfaat bagi mereka dengan ketidakseimbangan penyakit terkait mikrobiota usus, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan efek serupa bagi orang dewasa yang sehat.
Adapun, sebelumnya disebutkan bahwa minuman probiotik, termasuk yoghurt dikaitkan dengan sistem pencernaan yang lebih sehat. Selain itu, minuman probiotik juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.
Penjualan produk probiotik telah mencapai nilai sekitar 19,7 miliar poundsterling atau setara Rp379 triliun di seluruh dunia. (les)