September, Rinjani Masuk Rekomendasi Taman Dunia UNESCO

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 19/05/2016 17:30 WIB
September, Rinjani Masuk Rekomendasi Taman Dunia UNESCO Taman Nasional Gunung Rinjani akan didaftarkan masuk kawasan Geopark Dunia UNESCO. (Thinkstock/Ifew)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam waktu dekat Taman Nasional Gunung Rinjani akan termasuk dalam daftar Geopark UNESCO. Pekan depan, Tim Asesor UNESCO akan memulai serangkaian misi evaluasi dan penilaian secara langsung kelayakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia itu.

Jika seluruhnya berjalan lancar, rekomendasi Rinjani sebagai Geopark Dunia akan diberikan UNESCO pada September 2016 dalam kongres Geopark Dunia UNESCO di Inggris.

“Jika Rinjani terdaftar menjadi geopark dunia yang diakui UNESCO, maka akan ada atraksi baru di Lombok yang kelas dunia," kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, dalam rilis pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (19/5).


Lombok, kata Arief Yahya, sekarang ini sudah menjadi destinasi wisata halal. Penambahan gelar Rinjani sebagai Geopark dunia, diungkapkan Arief, akan semakin memperkuat imej wisata Lombok.

“Pasar utama wisata halal adalah Timur Tengah dan mereka menyukai suasana alam tropis, pemandangan air dan bahkan hujan di musim penghujan," kata dia.

Tim Asesor UNESCO, yakni Maurizio Burlando dari Italia dan Soo-Jae Lee dari Korea Selatan sudah berada di Lombok sejak 17 Mei 2016. Keduanya akan didampingi Asesor Observer yakni Prof Ibrahim Koomoo dan Dr Nurhayati, asesor Geopark Asia Pasifik dari Malaysia, yang secara khusus didatangkan Pemerintah RI. Tim tersebut melakukan misi evaluasi selama tiga hari.

Taman Nasional Gunung Rinjani masuk dalam daftar Geopark dunia karena punya keanekaragaman hayati, keanekaragaman geologi, dan keanekaragaman budaya.

General Manager Geopark Rinjani H Chairul Mahsul mengatakan, selama tiga hari penilaian, setidaknya akan ada tiga titik yang akan didatangi asesor UNESCO. Penilaian akan dimulai dengan pemaparan singkat dari Sekretariat Geopark Rinjani, untuk kemudian dilanjutkan langsung dengan penilaian lapangan.

Secara keseluruhan, Geopark Rinjani mencakup kawasan seluas 2.800 kilometer persegi. Areal ini mencakup seluruh kabupaten Lombok Utara, bagian utara Lombok Barat, bagian utara Lombok Tengah, bagian utara Kota Mataram dan bagian utara dan timur Lombok Timur.

Titik pertama yang akan didatangi asesor adalah Pondok Pesantren Nurul Haramain di Narmada, terkait program konservasi yang merupakan bagian dari program Geopark Goes To School. Selanjutnya asesor akan memverifikasi dari dekat situs geosite di Aik Berik di Lombok Tengah, dimana terdapat dua air terjun yakni Benang Stokel dan Benang Kelambu.

Tim Asesor UNESCO juga berdialog dengan kelembagaan lokal yang digalang masyarakat di kawasan wisata tersebut. Berikutnya tim asesor mengunjungi Lembah Sembalun, guna melihat dari dekat bagaimana masyarakat mengelola dan mendapat manfaat dari Rinjani.

Selain itu  mereka juga melihat dari dekat seberapa nyata konsep Geopark Rinjani yang terkait dengan konservasi, edukasi dan manfaat ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat tersaji di sana. Di Lembah Sembalun juga, tim asesor akan melihat dari dekat situs budaya yang merupakan kekayaan culture diversity Rinjani, termasuk melihat aktivitas Rinjani Trek Management Board (RTMB) dan pintu pendakian Rinjani.

Di hari kedua, tim berkunjung ke Lombok Utara. Antara lain ke Desa Bayan Beleq untuk melihat kekayaan budaya. Mengecek pos Taman Nasional Gunung Rinjani dan juga jalur pendakian di Senaru. Mereka melakukan dialog dengan masyarakat untuk memastikan apa yang telah didapat masyarakat dari Rinjani.

Di hari ketiga, tim asesor menuju Gili Trawangan dan menginap di sana. Mereka melihat dari dekat keragaman geologi antara lain situs Lava Bantal, yang terbentuk dari letusan Rinjani di Pulau Wisata tersebut. Pada hari yang sama, tim asesor juga berkunjung ke Gili Meno, untuk melihat dari dekat danau alam yang merupakan jejak letusan purba Rinjani, selain melihat dari dekat penangkaran penyu terkait penerapan konsep konservasi.

Setelah serangkaian penilaian ini, Tim Asesor UNESCO akan menyusun rekomendasi, yang kemudian akan mereka sampaikan dalam kongres Geopark Dunia UNESCO ke-7 di Inggris, September 2016 nanti.

Tapi, bukan berarti Rinjani langsung masuk dalam daftar Geopark dunia. Sertifikat Geopark Dunia tidak diberikan langsung berbarengan dengan terbitnya rekomendasi. Namun, dilakukan setahun setelahnya.

Dengan kata lain UNESCO akan menerbitkan sertifikat Geopark Dunia untuk Rinjani pada 2017.

Mulai tahun itu juga kata Chairul, nama Geopark Dunia juga diubah oleh UNESCO. Jika sebelumnya nama Geopark Dunia tersebut adalah Global Geopark Network, maka mulai 2017, namanya diubah menjadi UNESCO Global Geopark.

Diharapkan, gelar Gunung Rinjani sebagai Geopark Dunia bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara. Sebagai catatan, pada 2015, Rinjani dikunjungi 70.705 wisatawan. Jumlah itu terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 27.186 orang, dan wisatawan nusantara sebanyak 43.519 orang. (les)