"Selama lebih dari 20 tahun, Amerika Serikat mengandalkan label Fakta Nutrisi sebagai sumber utama kalori, lemak, dan nutrisi lainnya guna membantu memahami lebih lanjut makanan yang dikonsumsi sehari-hari," kata FDA Commissioner Robert Califf, seperti yang dilansir rilis media FDA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa aspek yang berbeda dibanding label dua dekade lalu adalah kalori dan porsi mendapatkan ukuran lebih besar dibanding keterangan lainnya. Ukuran porsi juga lebih disesuaikan dengan rata-rata konsumsi orang yang telah berubah sejak penetapan terakhir kali pada 1993.
Kemudian terdapat keterangan jumlah gula tambahan beserta persentase asupan per hari. Ini untuk memudahkan konsumen mengetahui kadar total konsumsi gula harian.
Perubahan lainnya adalah FDA cenderung mengutamakan keterangan kandungan vitamin D pada label baru ini. FDA mengatakan bahwa vitamin D seringkali tidak tercukupi pada seseorang sehingga menyebabkan penyakit kronis.
Di Amerika Serikat menurut FDA, sudah jarang ditemukan orang kekurangan vitamin A dan C, namun pencantuman kedua nutrisi tersebut dipersilakan.
Keterangan kalori dari lemak dihapuskan label baru ini. Menurut FDA, berdasarkan penelitian, jenis lemak yang terkandung pada makanan lebih penting dibandingkan jumlah kalori. Sehingga yang akan tetap ada pada label adalah jumlah lemak total, lemak jenuh, dan trans-fat.
FDA berencana bahwa seluruh produsen makanan di Amerika Serikat pada Juli 2018 sudah menggunakan label baru ini.
Sedangkan di Indonesia, ketentuan pengisian informasi label gizi masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 dan diperjelas pada Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia tentang Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan tahun 2005.
Sampai saat ini, keterangan informasi nilai gizi pada kemasan makanan di Indonesia tidak jauh berbeda dengan format umumnya di dunia. Biasanya, keterangan nutrisi berupa sebuah kotak di samping atau belakang kemasan. Namun pada beberapa produsen, sejumlah nutrisi tertentu dipilih untuk ditempatkan di depan kemasan dengan tujuan memudahkan konsumen mencari kebutuhan nutrisi mereka.
(sil)