Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fazwan, anggota Majelis Ulama Saudi, diberi tahu tentang tren di kalangan masyarakat Saudi yang “ingin seperti orang Barat”. Dia tampil di televisi pada 17 April lalu, dan diposting oleh kelompok pemantau Institut Penelitian Media Timur Tengah.
Al-Fazwan menjawab, seperti diberitakan VOA, “Apa?!! Apa maksud Anda berfoto dengan kucing? Berfoto itu haram. Kucing tak masalah di sini. Berfoto itu haram jika tidak perlu benar. Tidak dengan kucing, tidak dengan anjing, tidak dengan serigala, tidak dengan apapun.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut The Washington Post, pandangan ulama tersebut tentang selfie dengan kucing mencerminkan pendapat ulama garis keras Arab Saudi. Tujuan akhirnya melarang fotografi sepenuhnya karena Islam melarang menggambar manusia atau hewan.
Namun demikian, dilaporkan Post, sang grand mufti membolehkan dirinya sendiri difoto, karenanya tidak jelas akan seberapa berpengaruhnya larangan Al-Fawzan itu.
Lagi pula, memang kapan kita perlu benar selfie dengan kucing?
(sil)