Hanya saja, ahli busana pria G. Bruce Boyer dalam bukunya True Style: The History & Principles of Classic Menswear mengungkapkan aturan ini rupanya tidak berlaku lagi masa kini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa abad terakhir, tren busana kantor sudah bergerak dari busana profesional yang terjahit rapi menjadi lebih ke arah nyaman. Hal ini membuat lemari baju pun 'menghilangkan' tumpukan jas dan dasi.
Sekarang ini, orang-orang dari berbagai jabatan seringkali berpakaian kantor dengan gaya yang sama, santai dan nyaman menurut mereka. Urutan jabatan di kantor sekarang ini sudah tak bisa lagi dibedakan dari gaya busana mereka.
Boyer mengatakan hal ini akan menimbulkan masalah yang menarik untuk pekerja modern. Tanpa baju kantor standar formal, bagaimana pekerja kantoran bisa dianggap serius di kantor?
"Dalam 'aturan' perusahaan, berbusana adalah sebuah 'alat karier,' sebuah pernyataan penting untuk siapa Anda dan bagaimana Anda ingin menjadi," ucap Boyer.
Pakaian yang Anda pakai bisa 'bicara.' Penampilan Anda menyampaikan kelompok dan komunitas seperti apa yang ingin temui, dengan kata lain, ini adalah bentuk bahasa. Jika Anda ingin dilihat sebagai seorang yang profesional, Anda harus berhati-hati dengan apa yang pakaian Anda akan katakan.
Anda boleh saja berbusana nyaman, santai, dan kasual, namun tak boleh terlena dengan hal ini. Anda harus sesuaikan pakaian dengan kepentingan Anda ke kantor, waktu, rekan kerja lain, dan tujuan.
(chs)