Desainer, terutama yang fokus ke busana muslim pun mengakui, omzet mereka meningkat saat momen Ramadan tiba.
"Saya merasa puncak pembelian tuh pas Ramadan, metik hasil," kata desainer Restu Anggraini pada CNNIndonesia.com sambil tertawa dalam peluncuran second line-nya, RA untuk Hijabenka, Jumat (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi peminatan busana saat Ramadan diakui Falah berbeda. Lebih banyak yang membeli pakaian ala Timur Tengah seperti kaftan dan abaya. Di luar Ramadan, minat terhadap koleksi busana semacam itu tidak terlalu besar.
Permintaan untuk busana yang dipopulerkan Ashanty dan Syahrini itu bahkan lebih tinggi dibanding busana muslim kasual. Kata Falah, peningkatannya sampai tiga kali lipat.
"Paling kencang aktivitas pembelian terjadi di pekan pertama, ke-dua, dan ke-tiga Ramadan. Justru pekan terakhir itu turun sekali karena orang khawatir pesanannya tidak keburu sampai sebelum lebaran," Falah menjelaskan.
Kuat Bagai Bambu
Restu Anggraini, salah satu desainer busana muslim. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo) |
Tahun lalu, alumnus program pengembangan mode Indonesia Fashion Forward itu memamerkan busananya dalam Mercedes-Benz Tokyo Fashion Week 2015 dan mendapat apresiasi hangat dari Negeri Matahari Terbit.
Kini Restu mengeluarkan koleksi pertama untuk second line-nya. Koleksi itu mengusung tema Takeo, artinya kuat bagai bambu. Restu menggunakan tone warna-warna bumi dan teknik mix and match dalam koleksi yang dijual untuk usia 18 hingga 35 tahun itu.
Wajah koleksinya terinspirasi dari gaya busana Jepang. Teknik tekstil yang ia gunakan bisa dibilang modern. Restu mematok harga Rp300 sampai Rp600 ribu untuk setiap koleksi. Menurutnya, itu harga yang cukup sepadan. (rsa)
Restu Anggraini, salah satu desainer busana muslim. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)