Hal ini bermula ketika pemerintah setempat membuat peraturan baru yang membuat harga sewa tempat berdagang para tukang gorengan ini naik lima persen. Demikian kabar yang dilansir dari Mashable Prancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, sejak pagi para petugas kebersihan dan keamanan Ghent berupaya membersihkan ribuan kilogram kentang goreng yang tersebar di celah-celah balai kota.
Seperti dilansir De Standaard, menurut Badan Keuangan Ghent, Christophe Peeters menyatakan bahwa gugatan yang diajukan para pedagang dianggap tidak berdasar oleh pengadilan setempat.
Gugatan yang dilakukan oleh pedagang dianggap sebagai bentuk reaksi ketakutan akan kehilangan sewa tempat usaha mereka sendiri.
Bentuk protes dari pedagang berupa 'hujan' kentang goreng itu pun dianggap Peeters sebagai kenyataan pahit dari menghambur-hamburkan makanan. Ia menambahkan, wilayah publik Ghent tercemar akibat ulah pengecut oknum pedagang.
(meg)