Risiko orang lebih mudah marah ini tak jarang membuat orang jadi cenderung bertindak kasar. Parahnya bahkan bisa memicu perkelahian antar penumpang yang memaksa pesawat untuk mendarat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti mengatakan bahwa ketika penumpang melewati kabin kelas satu akan membuat penumpang ekonomi menyadari apa yang tak mereka miliki. Hal ini yang membuat mereka jadi lebih sensitif dan mudah marah.
Mereka mengalami ketidaksetaraan situasional di mana mereka harus menunggu lebih lama untuk bisa naik pesawat. Selain itu, ada juga kesenjangan fisik di mana mereka harus duduk di kursi kelas dua.
Akibatnya, 84 persen dari insiden kemarahan ini terjadi di kelas ekonomi.
Namun ini tak berarti kalau orang yang duduk di kelas utama mendapatkan pengalaman yang mewah. Di sisi lain, orang-orang di kelas satu cenderung memiliki harapan penerbangan yang menyenangkan berdasarkan statusnya. Sosiologis Harvard, Michael I. Norton mengungkapkan hal ini bisa membuat mereka marah ketika hal tersebut tak tercapai.
Tentu saja, ada faktor di luar tata letak kelas duduk di pesawat yang berkontribusi pada peningkatan kemarahan. Dr Martin Seif mengungkapkan bahwa mereka merasa kurangnya kontrol, delay, kapasitas bagasi, dan penerbangannya secara umum.
(chs)