New Zealand Punya Cokelat Berbahan Daging Sapi

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 21/06/2016 10:47 WIB
New Zealand Punya Cokelat Berbahan Daging Sapi Ilustrasi. (Uniquedesign52/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daging dan coklat merupakan makanan yang digemari hampir setiap orang. Meski beberapa kandungan pada daging atau coklat memiliki manfaat yang kurang baik, namun makanan ini tetap menjadi menu yang menggiurkan tiap kali disajikan.

Tetapi pernahkah terlintas dalam pikiran Anda ketika kedua makanan ini disatukan menjadi menu makanan baru?

Tentu bayangan semua orang akan aneh dengan daging yang cenderung memiliki rasa gurih dengan coklat yang kerap disajikan manis atau pahit untuk dark chocolate. Namun, ahli makanan di Selandia Baru, berani bertaruh bahwa tingginya protein, akan membuat resep cokelat dari 50 persen daging sapi akan populer.


Senior Food Technologist di Ag Research, Mustafa Farouk, telah bermitra dengan butik cokelat Auckland, pembuat 'Devonport Chocolate' untuk membawa cokelat daging ke khalayak banyak.

Dilansir dari Oddity Central, pada satu hari ide unik ini mendatangi Dr Farouk, untuk menggabungkan dua bahan yang sangat berbeda. Sambil melihat cara menambah nilai pada daging sapi, Farouk memikirkan agar cara makanan pokok ini tetap dikonsumsi di masa depan.

Ia merasa campuran daging sapi dan cokelat sempurna untuk orang-orang yang ingin mendapatkan protein dan nutrisi lain dalam daging. Hal itu karena cokelat adalah pencuci mulut yang populer, menurutnya.

Farouk kemudian memadukan daging dengan cokelat yang berbentuk pasta halus, dan menyerahkan proses sepenuhnya Devonport Chocolates. Hasil kombinasi tersebut dilaporkan memiliki konsistensi yang mirip dengan 'Turkish delight'.

Dalam sebuah wawancara dengan New Zealand Herald, Farouk menggambarkan rasa daging sapi coklat ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia pun menambahkan bahkan keunikan coklat dengan 50 persen daging ini diterima sebagian orang yang mencicipinya.

"Kami tahu kami bisa mengubah daging menjadi bentuk yang yang berbeda, tapi apakah kami bisa mengelabui orang dengan membuat daging itu terlihat seperti cokelat, itu yang tidak kami ketahui," katanya.

"Ketika Anda mencoba sekarang, Anda tidak tahu apa yang Anda makan, sangat mudah mengubah tekstur daging sapi cokelat yang sangat halus," tambahnya.

Awalnya, daging sapi cokelat ini dianggap sebagai percobaan gila, tapi penciptanya kini ingin membuatnya layak makan.

"Devonport sangat bersemangat tentang hal itu dan itu sangat mungkin kami akan bermitra dengan mereka dan mencoba tes pasar," katanya kepada Stuff.co.nz.

"Dan sekali ornag menyadari keuntungan memiliki ini, saya yakin ini akan diperhatikan," ujarnya.

Daging yang diperlukan untuk membuat resep aneh ini membutuhkan biaya sekitar US$ 17 atau setara Rp225 ribu per kilogram. Saat sudah diolah menjadi coklat, harga ecerannya akan dijual senilai US$2,5 atau sekitar Rp33 ribu per kubus kecil.

Setelah bereskperimen dengan daging sapi sebagai langkah awal, kini Farouk tengah melakukan uji yang sama pada daging domba dan rusa. Sebelumnya, para ilmuwan Ag Research telah menciptakan es krim sapi, yang diakui sangat lezat.


(meg)


ARTIKEL TERKAIT