Sayangnya makanan yang diperkenalkan umumnya yang berjenis junkfood, sebut saja doughritto atau buritto yang dikombinasikan bersama donat, ada juga sushi donat, ramen burger dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Mereka] memiliki grafis yang berani dan visual yang kual, persaingan, penekanan kuat pada humor, kesenangan, dan promosi khusus, link ke acara hiburan, festival, olahraga, dan acara lainnya, kemudian secara teratur menampilkan bintang olahraga atau selebriti populer dengan anak-anak," kata seorang peneliti, dilansir dari Irish Independent.
Penelitian yang dipimpin oleh psikolog anak dan peneliti, Dr Mimi Tatlow-Golden, menunjukkan teknik pemasaran digital yang canggih ini mengarahkan anak-anak untuk menyukai makanan dan minuman 'bermerek'. Laporan ini pun menyerukan peraturan baru yang tegas untuk melindungi kesehatan anak-anak dengan membatasi pemasaran digital makanan dan minuman yang tidak sehat untuk mereka.
"Kami tahu bahwa pemasaran produk tinggi lemak, gula atau garam memainkan peran kausal dalam obesitas. Itulah mengapa ada beberapa pembatasan iklan televisi untuk anak-anak, meski masih banyak ribuan iklan makanan yang dilihat anak-anak," katanya.
Oleh karena itu, Tatlow-Golden menganjurkan agar orangtua menyeleksi secara ketat pariwara yang bisa diakses anak-anak.
Tidak hanya itu, orangtua juga harus lebih kritis terhadap cara pemasaran produk bagi anak-anak belakangan ini. Hal tersebut dibuktikan lewat survei online yang menunjukkan orangtua masih abai dengan tayangan televisi yang bisa ditonton anak, terutama soal pariwara.
"Pada akhirnya, tiga-perempat dari orang tua yang disurvei sangat menentang pemasaran digital dari produk yang tidak sehat untuk anak-anak. Namun itu, setelah mereka diberi edukasi tentang cara pemasaran halus masa kini,” tutur Tatlow-Golden. (les)