Adapun anak yang menjadi korban bernama Lane Graves. Bocah berusia dua tahun itu ditarik dan ditenggelamkan oleh buaya di pantai. Jenazahnya ditemukan dua hari kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami tengah mempertimbangkan solusi permanen untuk meningkatkan keamanan di kawasan resor,” kata sumber Walt Disney World, seperti dilansir CNN.
Selasa (21/6), Komisi Konservasi kehidupan Liar Florida mengumumkan mereka tidak lagi memburu buaya di Seven Seas Lagoon.
“Kami yakin buaya yang bertanggungjawab atas insiden tersebut telah ditemukan dan kami pindahkan untuk alasan keamanan,” ujar juru bicara Komisi Konservasi kehidupan Liar Florida dalam rilis resmi.
Sejak insiden serangan buaya di Seven Seas Lagoon, Komisi Konservasi kehidupan Liar Florida segera melakukan tindakan dengan menangkap buaya di kawasan tersebut. Mereka juga telah mengamankan enam ekor buaya yang berperilaku agresif di kawasan itu.
“Kami terus melakukan monitoring dan kami yakin, tidak ada lagi buaya agresif di area resor.”
Sementara, di dunia maya, perdebatan mengenai tindakan pemusnahan buaya di area resor semakin panas. Banyak mendukung tindakan tersebut, banyak juga yang berpendapat Disney seharusnya punya sistem marka dan peringatan lebih baik.
Sebelumnya, resot Disney memang punya beberapa papan peringatan yang melarang pengunjung untuk berenang atau memberi makan hewan liar. Tapi, tidak ada papan peringatan yang menyebutkan mengenai bahaya buaya.
Itulah yang kini jadi fokus perhatian Walt Disney Resort. Mereka akan meletakkan papan peringatan bahaya buaya di lokasi-lokasi rawan, terutama di area pantai. Tidak hanya itu, jumlah petugas keamanan pun akan ditambah untuk mengawasi daerah rawan. (les)