Pada penelitian yang dilakukan selama 14 tahun sejak 1999, diketahui bahwa persentasi warga AS yang memiliki diet rendah nutrisi, berkurang dari 56 persen ke 49 persen. Penurunan itu juga berkaitan dengan meningkatnya asupan makanan bernutrisi seperti serealia berserat tinggi serta menurunnya angka konsumsi minuman kemasan dengan kadar gula tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian itu, Rehm memperkirakan terjadi 650 ribu kematian akibat nutrisi buruk, di AS.
Kualitas diet dalam penelitian panjang itu ditentukan berdasarkan panduan diet dari American Heart Association (AHA). Diet yang mendapatkan skor sempurna adalah 4,5 porsi buah dan sayuran, tiga porsi serat, 2 porsi ikan atau hasil laut, satu liter air putih, dan maksimum 1,5 gram sodium per hari.
Konsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, legum, daging dan daging olahan juga dimasukkan dalam penilaian.
Peneliti menemukan bahwa seiring berjalannya waktu, rata-rata asupan serat harian partisipan meningkat dan konsumsi gula menurun. Tidak hanya itu, semakin banyak warga AS yang berpaling pada kacang-kacangan, biji-bijian, dan legum untuk sumber protein nabati, menggantikan hewani.
Tapi, hasil tersebut tidak merata di semua kategori, termasuk latar belakang etnis, tingkat pendidikan dan besar penghasilan. Sebagai contoh, di kalangan etnis Hispanik, terjadi peningkatan kualitas nutrisi, dibandingkan dengan etnis Afrika-Amerika.
Studi dilakukan dengan membandingkan tujuh set data dari National Health and Nutrition Examination Survey. Setiap set merupakan data selama dua tahun yang dikumpulkan dari 4000 hingga 6000 warga AS melalui kuesioner. (les)