Melansir CNN, penelitian mengenai peran saraf otonom tubuh ini dipublikasikan dalam National Academy of Sciences edisi Juni dan dipimpin oleh Sara Mednick, professor psikologi dari University of California.
"Tidur membantu mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang dengan membuat hubungan lebih kuat antara pengalaman baru dengan kenangan lama. Ini memugkinkan pengalaman baru terintegrasi dengan pengalaman yang sudah ada dan membuatnya lebih dimengerti," kata Mednick.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama peserta tidur, peneliti mengukur aktivitas denyut jantung dan gerakan mata untuk melihat keterlibatan sistem saraf otonom. Setelah tidur siang dan nonton video, peserta diminta untuk menyelesaikan masalah kata serupa, di pagi hari kedua.
Para peneliti menemukan peserta yang tidur siang, lebih mungkin menyelesaikan permasalahan dibandingkan yang tidak tidur. Peserta yang tidur siang berpikir lebih 'fleksibel' dan peneliti menemukan terjadi peningkatan kerja hingga 73 persen sesudah tidur siang dibandingkan saat pagi hari.
Dengan hasil seperti ini, peneliti menilai sistem saraf otonom menjadi hal yang belum ditelusuri secara utuh dan mengaitkan tentang upaya tidur mampu meningkatkan kemampuan memori.
"Penelitian lainnya menunjukkan bahwa menunda tidur setelah belajar tidak baik untuk daya ingat tubuh," kata Mednick. "Penelitian saat ini menunjukkan bahwa pikiran dan tubuh bekerja sama untuk meningkatkan memori.”
Sebelumnya, penelitian lain menunjukkan bahwa berolahraga mampu meningkatkan daya ingat seseorang. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology tersebut menyatakan berolahraga sekitar empat jam setelah melakukan sesuatu, dapat membantu seseorang mengingat pekerjaannya itu.
Penelitian tersebut mendukung gagasan olahraga setelah beraktivitas sekolah dapat membantu siswa untuk mempertahankan pelajaran yang mereka terima saat di kelas.
(les)