Lamanya waktu tersebut, ditambah dengan kemacetan, acap kali menimbulkan rasa bosan yang berujung pada kebiasaan ngemil. Padahal, secara tak sadar memakan camilan secara tak terkontrol membuat pola makan yang sudah dilakoni selama bulan puasa hancur seketika. Impian mendapatkan tubuh ideal saat hari Raya pun dapat pupus begitu saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makan makanan utama dengan konsep mindful eating atau dikunyah secara perlahan sambil menikmati makanannya, dan hindari lauk pauk yang terlalu berminyak atau mengandung kadar gula yang tinggi," katanya saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, belum lama ini.
Selanjutnya, untuk dapat menghindarkan camilan sebagai pelarian, selama macet, Anda dapat melakukan hal-hal lain yang dapat mengalihkan perhatian.
"Mendengarkan musik, bermain games, bercengkrama dengan yang lain atau bernyanyi ini bisa sebagai pilihan aktivitas untuk dilakukan selagi macet, ketimbang makan,” tutur Jansen.
Tak hanya itu, menurutnya keinginan untuk ngemil pun sebenarnya dapat diredam dengan meminum air lebih banyak selama perjalanan. Pasalnya, haus terkadang menyaru dengan rasa lapar.
"Namun, dengan banyak meminum air, problema yang akan dihadapi adalah keinginan untuk buang air kecil dan tentunya ini adalah hal yang paling tidak diinginkan saat macet," ungkap Jansen yang juga pencetus pola makan 'Eat the Rainbow'.
"Solusi yang dapat dilakukan adalah membawa tempat pembuangan air kecil yang portabel atau sering mampir ke rest area," tambahnya.
(les)