Kini kebiasaan reptil tersebut justru diikuti oleh kaum lansia, terutama wanita paruh baya, di kota Xi'an, China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang wanita bernama Lo mengatakan dia mulai berbaring di batu-batu panas untuk mengobati sinovitis atau peradangan pada persendian dan otot kaku. Setelah melakukan aktivitas tersebut dalam jangka waktu tertentu, penyakitnya mulai berkurang.
Dilansir dari Oddity Central, waktu terbaik untuk berbaring di atas batu panas tersebut ialah antara pukul 3 hingga 4 sore, di saat matahari sangat terik.
Shaanxi Daily melaporkan bahwa wanita lebih banyak melakukan kebiasaan unik ini. Pria menyebut batu-batu itu terlalu panas sehingga mereka memilih tidak melakukannya.
Meski popularitas berbaring di batu terik ini memicu banyak rasa penasaran, para dokter justru memperingatkan terhadap risiko pengobatan aneh tersebut. Mereka mengklaim tubuh yang terpapar panas ekstrim dapat mengakibatkan rangkaian masalah kesehatan yang serius, seperti luka bakar hingga bisul.
Meski demikian, masih banyak terlihat yang mempraktekkan kebiasaan ini di sekitar kota Xi'an.
Fenomena berbaring di atas batu panas ini ternyata bukanlah satu-satunya cara aneh yang digunakan masyarakat China dalam hal kesehatan. Sebelumnya, seorang pria mengaku dapat menurunkan berat badan lebih dari 30 kilogram, setelah berjalan dengan batu seberat 40 kg di atas kepalanya selama beberapa tahun terakhir. (les)