“Kini berat badan Arya sudah turun dan kita memang sudah menghitung serta mengatur masukan energi di makanannya," kata Ketua Tim Dokter yang menangani Arya Permana, dr Julistio, di Bandung, pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia optimistis, bobot Arya bisa turun sekitar 10-15 kg dalam waktu satu bulan. Selain mengatur porsi makan, Arya juga melakukan terapi jalan secara bertahap. Sekarang ini, Arya diminta berjalan-jalan sejauh 50 meter di depan ruang perawatannya.
“Kemungkinannya dalam jangka waktu 10 bulan sampai satu tahun bisa normal,” sebut dr Julistio.
Meski begitu, dia menambahkan, harus ada catatan tersendiri, yakni orangtuanya menjaga pola makan anaknya dan paham kalau dibiarkan bebas, hal itu akan berbahaya bagi kesehatan Arya.
Hasil perawatan Arya selama sepekan berada di rumah sakit, cukup menggembirakan. Ayahnya, Ade Somantri, menuturkan bobot anaknya turun sekitar empat kilogram yakni dari 190 kg menjadi 186 kg.
"Hari Senin kemarin itu anak saya ikut pola diet sesuai kata dokter dan dianjurkan puasa juga selama 10 jam karena mau diambil darah. Tapi sampai sekarang dia tidak minta makan atau mengeluh lapar," ujar Ade.
Dia menyebutkan, menu diet Arya diantaranya nasi putih yang diganti menjadi nasi merah, juga porsi sayuran dan buah yang diperbanyak, selain mengurangi porsi daging.
Arya akan berada di rumah sakit selama dua pekan guna mengatasi problem obesitasnya. Bocah kelas 3 SD didampingi orangtuanya dan menempati sebuah ruangan di Lantai II Gedung Kemuning Ruang Kenanga RSHS Bandung. (antara/les)