Filiberto yang kini berusia 44 tahun itu adalah cucu dan satu-satunya pewaris takhta sang kakek, Umberto II, kaisar Italia terakhir. Umberto II adalah raja Italia sebelum negeri pizza itu menjadi negara Republik pada 1946.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Youtube]
Namun, angin kehidupan kini menuntun sang pangeran ke Amerika Serikat, negara yang justru membuat ia jatuh cinta. Filiberto pun memutuskan berjualan pasta keliling dengan food truck, seperti yang dilansir The Local.
"Food truck sangat indah, sangat berwarna," kata Filiberto saat diwawancara oleh sebuah majalah Italia. "Namun mereka semua menjual makanan Meksiko atau Asia dan tak ada yang menjual pasta Italia.”
Merasa menemukan peluang dan didorong rasa cinta pada darah leluhur, Filiberto kemudian membeli sebuah truk, merekrut seorang koki, dan mulai berjualan di California. Ia memutuskan memberi nama food truck miliknya dengan nama 'The Prince of Venice'.
Dalam menjalankan usahanya itu, Filiberto terbantu dengan iklim California yang mirip dengan Mediterania sehingga tersedia banyak bahan yang ia butuhkan. Namun, demi rasa yang otentik, ia masih mengimpor minyak zaitun dan tepung gandum dari Italia.
Pasta khas buatan nenek moyang ia jual dengan harga miring bagi penduduk California. Seporsi seafood fettucine take-away dipatok US$15 atau setara dengan Rp196 ribu. Menurut Filiberto, dengan porsi dan jenis yang sama, restoran dapat mematok harga hingga US$30 atau Rp392 ribu.
Menjalankan bisnis pasta tampaknya kini menjadi fokus Filiberto alih-alih pulang ke kampung halaman. Sebagai keturunan dari Umberto II, ia dan keluarganya sempat dilarang masuk ke Italia sampai harus mengungsi ke Swiss. Larangan tersebut baru dicabut pada 2002 lalu. Umberto II sendiri meninggal pada 18 Maret 1983 di Jenewa, Swiss, tempat kelahiran Filiberto.
"Saya ingin 'Prince of Venice' menjadi sebuah merek berkualitas dan berharap bisa menambah dua truk pada September ini,” kata Filiberto yang berharap menjadi 'Raja Pasta' di Amerika. (les)