Anggapan itu muncul setelah tim peneliti mengkaji 408 resep dari 55 buku laris untuk bayi dan membandingkannya dengan 278 makanan anak-anak dari pasar swalayan dan ritel besar di Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ilmuwan menemukan sebesar dua per tiga produk komersial sudah menyesuaikan dengan rekomendasi asupan energi yang ditetapkan badan kesehatan. Sedangkan pada resep masakan rumah, hanya sepertiga yang sesuai rekomendasi.
Lebih dari setengah produk yang diuji memiliki rentang kalori berlebih dari standar, walaupun makanan tersebut enam sampai 77 persen lebih bernutrisi. Di sisi lain, makanan rumah lebih murah 48 persen dibandingkan makanan komersil bila dihitung per 100 gram.
"Kebanyakan makanan komersil sudah menyesuaikan dengan rekomendasi asupan energi dan dapat menjadi alternatif yang mengandung sayuran lebih variatif per porsinya," kata pemimpin penelitian Sharon Carstairs.
"Resep rumahan menyediakan lebih banyak nutrisi dibanding makanan komersil, namun kebanyakan dari mereka kelebihan energi dan lemak dari yang seharusnya,” paparnya.
Namun ahli diabetes dan metabolik edokrinologi University of Bristol, Julian Hamilton-Shield, punya pendapat berbeda. Ia mengatakan hanya sedikit orangtua yang menggunakan resep dari buku masakan untuk menghasilkan makanan bagi anaknya.
Seringkali, orangtua menggunakan resep turun-temurun yang diwariskan dalam keluarga, untuk memberi makan anak-anak mereka. (les)