Dua warung makan itu terbilang masuk menjadi sejarah baru Michelin, yang dikenal kerap memberikan bintangnya kepada restoran yang mempunyai dress-code khusus untuk tamu ataupun pelayannya.
Kedua warung jajanan yang baru mendapat Michelin Star pada pekan lalu adalah Hill Street Tai Hwa Pork Noodle di Crawford Lane dan Hong Kong Soya Sauce Chicken Rice & Noodle di Chinatown.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Negeri Singa, warung jajanan pinggir jalan biasanya menjual makanan seperti nasi ayam, kwetiaw, rujak, laksa, cendol dan juga es kacang. Makanan-makanan itu bisa disantap dengan hanya mengeluarkan kocek sekitar dua dollar per menu.
"Saya sangat senang mendapat penghargaan. Tapi kalau ditanya kenapa mereka memilih saya, saya juga tidak tahu. Saya pernah mendengar tentang Michelin sebelumnya, tapi saya tak pernah mengira bahwa penghargaan seperti itu berkaitan dengan bisnis warung makan saya," katanya.
Di tempat terpisah, Chan Hon Meng, pemilik sekaligus chef di warung Hong Kong Soya Sauce Chicken Rice and Noodle terlihat sangat sibuk melayani 40 orang pelanggannya yang mengantre menu khas warungnya, sampai-sampai tak dapat diwawancarai.
Lihat juga:New York Punya Ramen Termahal di Dunia |
"Di negara ini, tim kami akhirnya menemukan permata yang sebenarnya," ujar Ellis.
Dengan penghargaan ini, Singapura menjadi negara kepulauan di Asia keempat, setelah Macau, Hong Kong dan Jepang yang masuk ke dalam Michelin Guide.
Dalam buku panduannya, Michelin memberikan bintang satu kepada restoran yang menawarkan makanan berkualitas tinggi dan dianggap layak untuk disambangi. Bintang dua diberikan untuk restoran yang menyajikan makanan yang sangat baik, sedangkan bintang tiga adalah restoran pemilik sajian yang dapat membuat tamunya mendapatkan pengalaman kuliner yang baru.
Sebagai panduan kuliner, Michelin tak memberikan penghargaan berdasarkan review pengunjung melalui internet. Namun, sistem Michelin memberikan bintang berdasarkan penilaian dari personel tim yang disebut-sebut sebagai 'bunglon'. Mereka datang ke setiap restoran seperti pelanggan biasa.
Nantinya, tim penilai akan menulis sebuah laporan tentang pengalaman makan mereka. Setelah itu, tim berdiskusi dan memilih restoran mana yang akan mendapatkan bintang Michelin.