Petualang yang bernama Fedor Konyukhov, memulai perjalanannya dari Northam, Western Australia, sejak 12 Juli lalu, dan mengakhirinya setelah berkeliling 11 hari di sebuah kota kecil Australia, Bonnie Rock.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Reuters, selama perjalanan Konyukhov terbang setinggi 10ribu meter dan berhadapan dengan suhu ekstrem serendah, minus 56 derajat Celsius. Suhu tersebut yang kemudian menyebabkan masker oksigen dan air minum miliknya membeku.
Ia pun harus berjuang melawan angin Antartika, dan sepanjang perjalanan hanya tidur selama empat jam.
"Hal ini menakutkan untuk berada di selatan dan jauh dari peradaban," tulis Konyukhov dalam blog miliknya.
"Tempat ini terasa sangat sepi dan terpencil. Kadang hanya terlihat lapisan awan siklon tebal di bawah saya dan cakrawala gelap ke timur," katanya.
(meg)