Pasien Dokter Gigi Terima Rp8,8 Miliar Setelah Menelan Kawat

Megiza, CNN Indonesia | Jumat, 05/08/2016 09:11 WIB
Dokter gigi tersebut sempat mencari-cari kawat pengangkat jaringan tisu itu. Kawat tak ditemukan setelah dia mengira benda itu terjatuh di lantai. Ilustrasi. (Jarmoluk/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melakukan pemeriksaan perawatan gigi ke dokter biasanya dilakukan dengan dua alasan. Pertama karena mengobati sakit karena gigi berlubang atau keluhan lainnya, sedang yang kedua adalah untuk mempercantik penampilan seperti memutihkan atau memasang kawat gigi.

Jika alasan kecantikan membuat pasien harus bolak-balik ke dokter untuk pemeriksaan, maka menemui dokter gigi dengan alasan kondisi yang sakit menjadi hal yang tak ingin dilakukan berulang kali oleh banyak orang.

Namun hal itu tidak terjadi oleh seorang pasien dokter gigi di Illinois, Amerika Serikat. Dia malah terpaksa dirawat di rumah sakit selama lebih dari satu bulan usai melakukan pemeriksaan gigi.
Pria bernama Janusz Pawlowicz itu harus menjalani operasi mendadak setelah mengeluhkan sakit pada bagian perutnya. Saat melakukan rontgen untuk mencari tahu masalah pada perutnya, ditemukan sebuah besi tipis yang sangat kecil.


Alat bernama barbed broaches yang merupakan besi kecil dengan lilitan kawat pada bagian ujungnya itu menjadi penyebab perut Pawlowicz sakit beberapa hari setelah menemui dokter.
Kawat kecil yang digunakan untuk mengangkat jaringan tisu pada perawatan saluran akar gigi itu ternyata tak sengaja masuk ke dalam tenggorokannya. Pawlowicz mengaku, saat pemeriksaan, dokter gigi yang menanganinya sempat terlihat kebingungan mencari sesuatu di lantai dan juga di pakaiannya.

"Saya melihat dokter wanita itu mencari-cari sesuatu di sekitar saya, di baju saya dan di lantai. Dia bilang dia kehilangan besi kecil. Kala itu dia bilang sepertinya terjatuh di lantai, dan setelah selesai memeriksa dia menyuruh saya pulang," kata Pawlowicz, seperti dilansir FoxNews.
Usai melakukan rontgen dan operasi, dia harus menginap di rumah sakit selama lebih dari satu bulan. Pawlowicz pun melayangkan gugatan kepada dokternya. Dari tuntutan itu, dia kemudian mendapat uang ganti rugi sebesar US$675ribu atau setara dengan Rp.8,8miliar.

(meg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK