Hasil yang cukup positif tersebut, memunculkan anggapan bahwa kesadaran akan kesehatan kian diperhatikan. Meski demikian, di Amerika sendiri hal ini dikaitkan pada runtuhnya infrastruktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekhawatiran pada tempat-tempat seperti di Flint membuat orang-orang begitu memperhatikan air botol kemasan aman dan tersegel," kata Jane Lazgin, juru bicara Nestle Waters Amerika Utara.
Pada tahun 2001, tingkat konsumsi soda orang Amerika hingga 37 galon per tahun dan hanya 12 galon air minum kemasan. Sedangkan menurut statistik Euromonitor, pada tahun ini angka tersebut beralih menjadi 27,4 galon air kemasan, 1,2 galon lebih banyak daripada soda.
Botol air kemasan tentu lebih mahal ketimbang adanya fasilitas air keran, bahkan dikatakan dua ribu kali lipatnya. Tapi, bagi daerah yang mengalami kondisi air tercemar, mengandalkan keamanan air lewat kemasan menjadi sangat penting.
"Botol air menjadi solusi pencegahan untuk situasi air tercemar seperti di Flint," kata John Stewart, selaku wakil direktur Corporate Accountability International.
"Tapi jelas itu bukan solusi jangka panjang untuk menyediakan kebutuhan air minum harian," tambahnya. (chs)