Mengutip Lonely Planet, para neuroscientist mengungkapkan bahwa perasaan mual dan pusing ini disebabkan oleh adanya pemikiran bahwa otak teracuni. Ketika membaca dalam kendaraan yang bergerak, otak berpikir bahwa diri Anda teracuni. Inilah yang menyebabkan akhirnya otak mengeluarkan racun dari sistem tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli menjelaskan bahwa di dalam mobil yang bergerak, tubuh Anda tidaklah bergerak. Sehingga tak ada sinyal bahwa Anda bergerak secara fisik. Namun kenyataannya, Anda ‘bergerak’ dan berpindah tempat.
Selain itu, di telinga manusia, cairan di dalamnya mematuhi hukum fisika. Ketika merasakan goyangan atau gerakan, otak akan mengirimkan sinyal pergerakan. Kondisi ini berkebalikan dengan kenyataan bahwa Anda tak bergerak secara fisik.
Tubuh pun seperti mengalami kepanikan. Otak percaya bahwa satu-satunya alasan akan hal ini adalah tubuh telah diracuni. Itu sebabnya otak berusaha mengusir racun di saraf. Efek samping dari masalah ini adalah adanya perasaan muntah dan mual.
Burnett mengklaim bahwa anak-anak akan lebih berisiko mengalami hal itu karena mereka masih dalam masa pertumbuhan. Namun kabar baiknya, ada banyak orang yang ‘sembuh’ dari masalah ini ketika mereka beranjak dewasa.
Namun adakah obatnya? Secara kimia mungkin belum ada, namun cara terbaik adalah dengan meletakkan buku dan menikmati pemandangan dari jendela. (chs/vga)