Pada remaja, jerawat identik dengan masa puber. Sedangkan pada kaum dewasa, jerawat lebih dianggap sebagai ciri adanya ketidakstabilan hormon.
Meski begitu, ternyata saat ini jerawat sudah banyak dialami juga oleh anak-anak di bawah usia remaja. Dalam acara Pond's Acne Solution, ahli dermatologi Eddy Karta mengatakan, jerawat kini dapat dialami oleh anak berusia tujuh hingga sebelas tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sayuran yang Bikin Awet Muda |
Timbulnya jerawat yang kemudian dimulai dengan produksi sebum atau kelenjar minyak, jika dibiarkan atau dimampatkan dengan penggunaan kertas minyak atau make-up berlebih, akan memicu sumbatan.
Dari sumbatan itu terjadi infeksi bakteri propionibacterium acnes, yang akhirnya membuat radang tak dapat dihindari. Produksi sebum, dikatakan Eddy, sebenarnya tidak melulu berarti buruk.
"Dan produksi sebum pada dewasa itu akan meningkat karena faktor hormonal," ujar Eddy.
Tak hanya disebabkan oleh kelenjar minyak yang tertahan di bawah kulit, jerawat modern pun disebabkan oleh beberapa faktor lain.
Eddy mengatakan, asupan makanan yang mengandung susu, stres hingga kurang tidur, membuat seseorang sangat rentan terkena jerawat modern.
Lihat juga:Delapan Tanda Konsumsi Gula Berlebihan |
Sedangkan, untuk anggapan bahwa polusi, rokok serta obesitas juga sebagai pemicu jerawat, Eddy mengatakan, hal tersebut masih diteliti.
"Memang belum ada hasil penelitiannya, namun yang pasti rokok itu menyebabkan bekas jerawat lebih susah hilang," katanya.
Lihat juga:Mengobati Jerawat dengan 'Obat' Dapur |