Artikel Sponsor

Mengenal Andaliman, Bumbu Khas Batak Toba

advetorial, CNN Indonesia | Kamis, 18/08/2016 17:06 WIB
Mengenal Andaliman, Bumbu Khas Batak Toba Foto: adv pajero
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Andaliman mungkin belum banyak diketahui banyak orang. Ini adalah nama bumbu masakan khas Batak Toba dan Medan. Vita Datau, Ketua Akademi Gastoromi Indonesia menjelaskan banyak orang yang tidak tahu tentang Andaliman. Padahal, bumbu ini cukup penting dalam kuliner di Sumatera Utara. Menurut Vita, Andaliman berbentuk bulat kecil bergerombol selayaknya buah pala. Andaliman mempunyai citarasa yang khas. Andaliman meninggalkan jejak rasa getir, kelu atau kebal di lidah.

“Mungkin masih banyak orang yang belum tahu seperti apa bentuk andaliman sebelum diolah menjadi bumbu andalan masakan khas batak Toba dan Medan. Bulat kecil bergerombol, sebesar buah lada. Rasanya khas meninggalkan jejak kecap di lidah saat menikmati hidangan berbumbu andaliman itu,” kata Vita.

Bumbu yang mempunyai nama latin zanthoxylum acanthopodium adalah jenis bunga-bungaan di dalam keluarga citrus. Tumbuhan yang digunakan kulitnya ini juga ditemukan di banyak masakan di Asia Timur dan Selatan. Mereka sering menyebut sebagai szechuan peper. Di Sumatera Utara dikenal dengan sebutan "Merica Batak".


Andaliman adalah rumpun jeruk-jerukan mengandung vitamin C dan E alami yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh. Dia juga mengandung senyawa minyak atsiri dan alkaloid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan anti mikroba. Vita menyebut andaliman sudah memenuhi prinsip gastronomi.

“Kebiasaan makan makanan yang baik dengan mengandalkan kearifan lokalnya. Perjalanan jelajah rasa saya ke Toba beberapa waktu lalu sangat berkesan karena bukan hanya memenuhi emosi lidah, tetapi juga menambah pengalaman kuliner dengan menggali kekuatan bumbu khas daerah itu,” jelasnya.

Andaliman sendiri bisa ditemui di pasar traditional dalam keadaan utuh atau sudah dalam bentuk bumbu halus siap olah maupun dalam bentuk pasta. Begitu besarnya peranan bumbu khas ini di masakan Medan dan Toba seperti Arsik, Nanimura, Mie Gomak. Aroma jeruk yang kuat dari bumbu yang mempunyai nama lain Intir-Intir itu, mampu menghilangkan bau amis ikan, bahkan mentah sekalipun.

Jika di Sumatera Utara bumbu ini kurang populer. Maka hal sebaliknya terjadi di Asia Timur dan Selatan. Menurut Vita, kurang terkenalnya Andaliman terutama di kalangan anak muda harus dijadikan tantangan.

“Inilah tantangan kita melestarikan gastronomi Indonesia melalui warisan kuliner. Itulah concern kami, melestarikan tradisi kuliner yang sudah lama mengakar di lokal,” tukasnya.

Keberadaan andaliman di masakan Batak adalah aset warisan kuliner yang perlu terus digali, dilestarikan, disosialisaikan dan dipolulerkan. Karena ini adalah salah satu jejak sejarah perjalanan bumbu Indonesia dalam peta bumbu dunia.

Ingin merasakan langsung masakan yang dibumbui Andaliman, maka datang saja ke Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 di Balige pada 21 Agustus mendatang. Pesta kuliner khas Batak bakal membawa masyarakat untuk merasakan sendiri makanan berbumbu Andaliman. Dalam acara tersebut, masyarakat bisa menonton konser artis nasional di Pantai Bebas, Parapat.

“Selamat menjelajahi wisata kuliner Tapanuli yang kaya rasa, kaya bumbu, dan kaya cerita,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. (sai/sai)