Dari Danau Toba, posisi Sibisa lebih tinggi 200 meter, jadi suhunya relatif sejuk. Dari bandara yg dulu pernah didarati Susi Air itu, Arief melakukan blusukan ke lokasi Desa Pardamean, dan Sigapiton, tempat lahan untuk Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba seluas 500 hektare tersebut. Jalannya kecil sehingga hanya cukup untuk satu mobil saja.
Mengenakan kemeja putih Wonderful Indonesia, Arief pun menjelajahi dataran tinggi dan hutan pinus di atas Ajibata. Orang menyebutnya Bukit Teletabies, film anak-anak yang populer dengan tokoh Tinky Winky, Dipsy, Lala, Pooh itu. Dari atas tebing curam itu, bisa mengintip Pulau Samosir di tengah danau. Angin bertiup sepoi-sepoi, cahaya matahari, menerobos sela-sela daun dan batang pinus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hiramsyah menjelaskan Danau Toba adalah satu dari 10 “Bali Baru” yang tengah dikembangkan sebagai destinasi prioritas. Perpres Badan Otorita Pariwisata (BOP) sendiri sudah diundangkan 13 Juni 2016, dan sudah diteken sejak 1 Juni 2016. Badan inilah yang kelak tugasnya melahirkan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata Danau Toba.
Sedangkan 9 "Bali Baru" lainnya adalah Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Trmengger Semeru (BTS), Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra, Morotai Maltara.
"KEK pertama dan yang paling cepat dibangun di Tanjung Kelayang dengan 324 hektare di Belitung. Tanggal 2 September nanti sudah akan ground breaking amenitas seperti hotel , restoran, dan lainnya," kata Hiram. (adv/adv0 (sai/sai)