Sigale-gale merupakan pertunjukkan dari Pulau Samosir, Danau Toba, yang melibatkan boneka mistis. Kisahnya diambil dari cerita turun-temurun dan dipercaya oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesedihan karena kehilangan sang putra membuat Raja Rahat sakit. Guna membahagiakan kembali rajanya, para tetua di kerajaan tersebut membuat sebuah patung yang mirip dengan Manggale. Agar patung tersebut ‘hidup’, para tetua itu memanggil roh Manggale yang membuat patung bisa bergerak.
Berkat patung tersebut, Raja Rahat pulih dari sakitnya. Sejak saat itu, masyarakat Batak menyebut patung tersebut sebagai Sigale-gale, yang diambil dari nama Manggale.
Pertunjukkan Sigale-gale tentu tidak menggunakan roh seperti dimasa lalu. Boneka yang digunakan dalam pertunjukkan, digerakkan menggunakan sistem penggerak mekanis, sehingga boneka bisa menari lincah.
Tarian ini umumnya diiringi musik Sordam dan Gondang Sabangunan. Boneka Sigale-gale pun akan ‘ditemani’ 8-10 orang penari yang akan menari Tor-Tor.
Pertunjukkan Sigale-gale bisa disaksikan di Desa Tomok, Samosir, yang hanya berjarak sekitar satu jam menumpang kapal feri dari Parapat.
“Pertunjukkan ini masih terus dimainkan dari dulu hingga sekarang, tidak tergerus zaman,” kata Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (23/8).
Bahkan, sampai saat ini, di Samosir, masih bisa dijumpai sejumlah patung yang dipahat puluhan tahun silam.
Guna lebih memperkenalkan Sigale-gale di mata wisatawan lokal dan mancanegara, Rapidin pun berencana membuat boneka raksasa.
"Kita akan bangun patung Sigale-gale setinggi 100 meter beserta cable car, untuk lebih banyak menarik wisatawan ke Samosir,” terang Rapidin.
Untuk itu, Kabupaten Samosir sudah menyiapkan anggaran yang cukup besar, yakni senilai Rp80 miliar untuk patung Sigale-gale raksasa dan Rp120 miliar untuk kereta gantung atau cable car. (les)