Kabar duka ini disampaikan oleh putrinya, Nathalie Rykiel, dan Presiden Prancis François Hollande, dilansir CNN. Sonia telah bertarung melawan Parkinson sepanjang 20 tahun terakhir. Namun ia baru memberitahukan kepada publik soal penyakitnya pada 2012.
“Gayanya akan dikenang sebagai simbol perpaduan antara warna dan alam kehidupan; bebas dan ringan,” François menulis kenangan tentang Sonia melalui akun Twitter. Sang presiden menyebut wanita kelahiran Paris, 25 Mei 1930, sebagai “sang pionir.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kreasi khas Sonia, antara lain atasan setrip hitam putih Breton Prancis, juga warna-warni mencolok, serta tentu saja, rajut. Para pesohor yang menggemari kreasinya, dari Audrey Hepburn, Brigitte Bardot, Catherine Deneuve sampai Françoise Hardy.
Beberapa dekade terakhir, ia mengkreasikan busana untuk pria dan anak-anak. Ia juga menjalin kerja sama dengan butik H&M, sejak 2009. Putrinya, Nathalie, memang bertindak sebagai direktur pelaksana dan artistik butik favorit kaum muda ini, sejak 1995.
Sepanjang kariernya, menurut laman Vogue, Sonia pernah menerima The Order of Légion d'Honneur, pada 2009, sebagai apresiasi atas kiprahnya di industri fesyen Prancis sepanjang empat dekade. Kini, Sonia tidak lagi mendesain koleksi busana untuk butiknya.
Tapi ibunda Nathalie dan Jean-Phillipe Rykiel ini tetap menjadi ketua kehormatan di kerajaan label busananya. Julie de Libran yang kini bertindak sebagai pimpinan label busananya mempersiapkan koleksi untuk Paris Fashion Week, pada September 2016.
(vga/vga)