Hanya saja kompetisi kecantikan ini dinilai oleh kecerdasan buatan, alias robot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Algoritma ini akan menilai orang berdasarkan keriput yang dimiliki. Sementara algoritma lainnya adalah PIMPL yang mengalisis kulit. Selain itu mereka juga akan mengevaluasi simetri wajah, perbedaan antara usia kulit dengan usia sebenarnya, serta perbandingan dengan orang tersebut dengan model dan aktor dalam kelompok usia yang sama.
Dari penilaian robot itu, terpilihlah 44 pemenang yang dibagi dalam kategori usia masing-masing. Namun hasilnya tidak mencerminkan banyak keanekaragaman. Dari seluruh hasil penilaian, kebanyakan pemenang didominasi oleh orang yang berkulit cerah.
"Saya menemukan bahwa ada banyak kontestan yang saya pribadi bilang kalau dia lebih menarik dibandingkan pilihan robot. Tapi sepertinya kami memiliki bias individu yang terlalu besar dalam urusan pendapat bahkan dalam tim," ucap Zhavoronkov kepada the Observer.
Namun sebenarnya proyek kontes kecantikan ini bukanlah yang utama. Namun aplikasi tersebut memiliki tujuan lebih besar. Perusahaan tersebut mengatakan kalau mereka sedang mencari cara yang lebih efektif untuk menghambat penuaan. (chs)