Hingga kini, letusan Krakatau merupakan bencana alam paling mematikan dan paling metusak dalam sejarah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tidak hanya untuk mengenang letusan gunung, Festival Krakatau ini juga merupakan ajang promosi wisata dan budaya,” ujar Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.
Ada banyak hal yang baru di Festival Krakatau kali ini, yakni kegiatan Jelajah Pasar Seni, Jelajah Layang-Layang, Jelajah Rasa, Jelajah Semarak Budaya, serta Jelajah Krakatau di Anak Gunung Krakatau, Lampung Selatan.
Adapun di kegiatan Jelajah Semarak Budaya, sebanyak 1500 peserta menggunakan topeng dan mendapatkan Rekor Muri. Pawai kendaraan hias diikuti oleh 15 Kabupaten/Kota dengan berbagai dekorasi yang melambangkan Lampung.
Selain itu ada penambahan jargon, 'Lampung The Treasure of Sumatera'. Ridho menyebut itu sebagai upaya memajukan sektor pariwisata provinsinya.
“Krakatau membuat Lampung terkenal, tapi kami juga harus memperbaiki infrastruktur untuk menjamin kenyamanan wisatawan yang datang,” sebut Ridho.
Salah satu yang kini tengah dia gencarkan adalah pembangunan terminal pelabuhan kapal pesiar, juga ekoturisme. Pasalnya, Lampung punya banyak potensi wisata bahari, selain Krakatau yang menjadi daya tarik utama. (les)