Salah satunya adalah dengan menaikkan status bandara yang memiliki runway sepanjang 2.250m lebar 45m menjadi bandara internasional sebelum liburan akhir tahun 2016.“Sebelum akhir Desember 2016, kami naikkan status bandara Hananjoeddin Belitong menjadi bandara internasional. Tidak harus menunggu 2018, kelamaan.
Terminal yang ada disekat menjadi terminal domestik dan internasional. Termasuk berkoordinasi untuk membuat CIQP – Costume, Immigration, Quarantine, Port di sana,” ujar Budi Karya Sumadi saat melakukan press conference di lokasi ground breaking Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Tanjung Binga, Sijuk, Belitong.Bandara Belitong yang saat ini tidak memiliki area yang luas juga akan di-up grade. Tercatat rata-rata per hari ada 2.000 penumpang yang lalu lalang di kawasan yang dijuluki Negeri Laskar Pelangi itu. Jumlah tersebut belum termasuk pengantar dan penjemput yang jumlahnya juga kian meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Karya juga telah bertahun-tahun berkarya di PT Pembangunan Jaya Ancol tbk, yakni dari tahun 1982 sampai 2004. Selain itu, juga pernah menjadi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pada tahun 2004 sampai 2013.Belum lagi, Budi Karya juga memikirkan bagaimana akses atau transportasi publik dari Bandara H.A.S. Hananjoeddin sampai ke KEK Tanjung Kelayang. “Akan segera beroperasi bus Damri dari Bandara-Tanjung Kelayang untuk mempermudah arus transportasi, juga Kapal Roro yang berkeliling dari pulau ke pulau untuk menghubungkan secara regular Bangka-Belitung,” jelasnya.Ide-ide yang diberikan oleh Menhub Budi Karya sangat diapresiasi oleh Menpar Arief Yahya. “Pak Menhub ini keren! Beliau ini tokoh dengan background pariwisata yang sangat kuat dan memikirkan hal-hal detail.
Status Bandara Internasional Belitong ini adalah kunci atau critical success factor dalam percepatan pengembangan Pariwisata di sini. Masih ada lagi dermaga titik labuh untuk cruise (kapal pesiar) yang bisa mengangkut 3.000 turis dan juga marina untuk parkir yacht (perahu pesiar) yang lebih kecil,” tukas Arief Yahya.Menpar Arief Yahya sangat bersemangat untuk melakukan pembangunan infrastruktur transportasi di Belitong. Ini dikarenakan Belitong sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Top Destinasi, yang biasa dipopulerkan dengan 10 Bali Baru itu.
Kedua, Belitong adalah satu di antara 10 Bali Baru yang paling cepat berstatus KEK Pariwisata di era Presiden Joko Widodo. Sejak ditandatangani pada bulan Maret 2016 lalu, hanya kurun waktu 6 bulan sudah mulai ground breaking Hotel Dharmawangsa Group di Belitong. Lalu, hampir 100% turis masuk ke Indonesia itu dengan airlines atau melalui udara.“Hanya 24% yang menyeberang via laut dan itu didominasi oleh Batam-Bintan Kepulauan Riau.
Karena posisi geografisnya dekat dengan Singapore dan Malaysia. Hanya 1% yang melintas batas jalur darat. Sisanya lewat jalur udara,” kata Arief Yahya.Maka dari itu, Menpar Arief Yahya fokus pada akses menuju Indonesia dengan membuka akses dari originasi “tebal” dan memiliki “daya beli” seperti Tiongkok, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea, dan Jepang. Termasuk di Negara tetangga Singapura, Malaysia, Filipina yang bisa menjadi pasar potensial.
“Tourism itu model bisnisnya mirip dengan telecommunication. Kedekatan atau proximity itu menjadi sangat penting, baik geografis maupun kultural,” katanya.Menpar Arief Yahya turut berterima kasih atas kehadiran Kedutaan Swedia - Ms Johanna Brismar Skoog, Kedutaan Italia - Mr Vittorio Sandalli, Kedubes India - Nengsha Lhouvum, Kedubes Turki - Mehmet Kadri Sander Gurbuz, Konsul Jenderal Singapore - Mark Lauw karena telah hadir di Tanjung Binga pada Jumat lalu (2/9).Perwakilan dari lima negara tersebut turut menyaksikan komitmen dan penandatangan kerjasama BTN (Bank Tabungan Negara) dengan Gubernur Bangka Belitung juga BTN dengan Group Dharmawangsa. Selama proses pembangunan KEK Pariwisata, masyarakat di sekitar kawasan tersebut akan diberikan fasilitas homestay bekerjasama dengan BTN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dengan fasilitas ini, masyarakat dapat mendapatkan benefit dari pengembangan kawasan pariwisata di Belitong dengan desain arsitektur nusantara yang akan makin mempercantik kawasan ini. (sai/sai)