Pilihan Redaksi |
"Sekarang ini tema minimalis memang tengah disukai kaum urban. Bukan cuma untuk rumah tapi juga kamar tidur," kata Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication Orang Tua Grup yang memegang lisensi merek ritel furnitur Jysk kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak dimungkiri, kini kapasitas ruang di rumah memang lebih terbatas. Konsep dekorasi minimalis ini kemudian berkembang untuk menyiasati ukuran ruang yang terbatas dan sempit agar tetap nyaman ditinggali.
"Apalagi untuk orang dengan usia 23-45 tahun, mereka adalah seorang first timer punya rumah atau apartemen. Rumahnya kecil, tapi ingin punya banyak benda indah di rumahnya."
Melihat tren dekorasi minimalis ini, ritel Jysk yang berpusat di Denmark ini mencoba menguasai pasar dengan berbagai perabot yang diklaim multifungsi namun minimalis. Salah satu contohnya adalah meja yang bisa berfungsi ganda.
"Meja tersebut bisa jadi meja makan, kemudian kalau dilipat bisa jadi meja kopi, dan dilipat lagi bisa jadi meja di samping tempat tidur. Konsep-konsep multifungsi seperti inilah yang banyak diinginkan, karena tak menghabiskan banyak tempat tapi fungsinya bisa banyak," ucapnya.
Selain itu, beragam perabot fungsional lain misalnya sofa yang bisa diubah menjadi tempat tidur ukuran single, tempat tidur yang bisa dilipat, sampai ranjang susun yang menyatu dengan lemari.
Harianus menambahkan, meski saat ini preferensi mereka memilih perabot rumah tangga dan kamar tidur adalah kebutuhan, namun ukuran dan bentuk juga menjadi pertimbangan. Kaum urban cenderung lebih suka perabot dengan bentuk compact, ukuran kecil, multifungsi, namun tetap stylist.
Tak lupa, meski butuh perabot fungsional, mereka juga menginginkan semua kenyamanan ada di dalam ruangan pribadinya. Untuk beberapa hal, kata dia, ada perabot-perabot yang tak minimalis tapi masih bisa 'termaafkan' untuk dimiliki, misalnya selimut yang hangat dan nyaman.
"Spesialisasi Jysk sendiri sebenarnya ada pada duvet, yaitu selimut tebal berisi bulu angsa. Ini memang andalan karena kerajaan Denmark juga memakai produk ini. Sekalipun Indonesia tak ada musim dingin, tapi banyak yang suka," ujar Harianus.
"Biar bagaimana pun juga, pemilihan furnitur di rumah dan di kamar tidur itu menggambarkan kepribadian si pemilik, jadi sudah pasti mereka akan pilih yang sesuai dengan mereka."
(chs)