Sebuah lembaga yang bergerak di bidang pelestarian budaya, The China Foundation for Culture Heritage Conservation, tengah menggalang dana untuk mendapatkan US$1,6 juta atau 11 juta yuan atau setara Rp21 miliar guna menyelamatkan bangunan bersejarah tersebut.
Melansir CNN, penggalangan dana yang dilakukan secara daring itu hingga kini baru mencapai 722 ribu yuan. Angka tersebut berasal dari 41 ribu partisipan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang jutaan dolar itu nantinya akan digunakan untuk merestorasi tembok berusia 500 tahun sepanjang 460 meter yang terletak di Xifengkou, Provinsi Hebei, China. Selain itu, melalui cara ini, diharapkan kepedulian akan Tembok Raksasa China kian meningkat.
Tembok Raksasa China dibangun sejak abad ke-tiga Sebelum Masehi hingga Dinasti Ming (1368-1644). Tembok ini berdiri sepanjang 21 ribu kilometer di China utara dan melintasi sembilan provinsi.
Tembok yang masuk daftar Keajaiban Dunia ini dibangun untuk menahan serangan musuh yang akan menyerang kerajaan. Namun kini sebagian tembok sudah runtuh.
Berbagai tindakan perusakan menambah derita Tembok Raksasa China, antara lain pencurian batu penyusun tembok yang kemudian digunakan untuk pertanian atau cendera mata turis.
Selain perusakan oleh manusia, Tembok Raksasa China juga mengalami pelapukan akibat erosi alam. Beberapa penyebab erosi berasal dari angin, hujan dan badai pasir.
Menurut survei yang dilakukan pada 2014 lalu, hanya 8,2 persen dari panjang total Tembok Raksasa China yang masih utuh dan berada dalam kondisi baik.
Bermacam upaya juga dilakukan Pemerintah China untuk mempertahankan ikon Negeri Tirai Bambu tersebut. Salah satunya, pengalokasian dana sebesar 1,9 miliar yuan atau US$285 juta, pada 2005 lalu, untuk proyek jangka panjang memulihkan sebagian Tembok Raksasa China.
(meg/vga)