Bertempat di sebuah SC Vivo City Mall, District 7, Tan Phong Ward, Kementerian Pariwisata akan menyuguhkan keindahan Indonesia melalui berbagai pertunjukan menarik."Harapannya warga Vietnam akan tertarik ke Indonesia untuk melihat destinasi kekayaan alam seni budaya dan kuliner kita," kata Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara.
Kemenpar akan menempati market area yang diisi panggung utama, area seni budaya, area permainan dan kuliner. Selain itu juga ada stand menarik yaitu "Jelajahi Indonesia" yang dibuat dengan sinema 5D mini. Orang akan merasakan pengalaman mengunjungi wisata - wisata di Indonesia dengan sensasi teknologi 5D.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung juga disuguhkan pertunjukan tari tradisional Indonesia dan karnaval batik dari Malang sampai pertunjukkan body painting dengan 4 orang penari. Festival Wonderful Indonesia di Vietnam juga memamerkan dekorasi Rumah Betawi yang membuat pengunjung berimajinasi tentang suasana Betawi. Suguhan makin seru saat pengunjung dapat memainkan permainan tradisional seperti congklak.
"Yang tak kalah menarik area makanan. Akan dibuat dengan konsep cafe, memperkenalkan dan menjual berbagai jenis makanan Indonesia seperti Indonesian Coffee," imbuh wanita berjilbab ini
Untuk menyukseskan even ini, panitia juga sudah melakukan berbagai upaya promosi dan memanfaatkan media sosial yang terkemuka di Vietnam. "Kami menggunakan fanpage Facebook, web news yang populer di Vietnam, seperti YAN, KENH14.VN, ZING.VN, FOODY, dan YEAH1, serta dua blogger top; Hang Dienh dan Rosie Nguyen," tambah I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.
Langkah ini penting karena Vietnam masuk ke dalam top 15 pengguna internet terbanyak di dunia. Populasi Vietnam saat ini 94,3 juta. Sebanyak 47,3 juta adalah pengguna internet aktif, dan traveling adalah kanal yang paling sering dijelajahi netizen Vietnam. Rencananya festival akan dibuka oleh Jean Anes, Konjen RI untuk Ho Chi Minh. Dihadiri pejabat Kemenpar Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara. (odh/odh)