Para peneliti memprediksi ada 18 ribu warga Inggris yang sejak satu tahun belakangan sudah meninggalkan rokok dan memilih vaping. Ribuan orang yang menjadi responden penelitian ini, mengaku telah mencoba berbagai cara untuk berhenti merokok.
Para responden merasa penggunaan rokok elektrik cenderung berhasil membuat mereka kapok, tak lagi mengisap rokok tembakau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kontroversi Rokok Elektrik |
Artinya, menurut Cox, studi ini mempunyai dampak yang cukup menjanjikan. Hingga kini, setiap tahun, lebih dari 100 ribu orang di Inggris meninggal akibat kanker yang kebanyakan dipicu oleh tembakau.
Lihat juga:Bahaya Kesehatan Menjadi 'Social Smokers' |
Sementara banyak orang menganggap rokok elektrik menjadi cara untuk berhenti merokok tembakau, tapi ada juga yang justru memandang vaping malah menggugah orang-orang yang sama sekali tidak merokok malah tertarik untuk merokok elektrik.
Di penelitian yang sama, Rekanan Direktur Medis di British Heart Foundation (BHF), Mike Knapton, mengatakan bahwa satu dari lima orang dewasa di Inggris adalah perokok. Jumlah tersebut dapat diartikan bahwa risiko penyakit jantung koroner meningkat secara signifikan.
Namun, Knapton mengakui, tetap saja harus ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek jangka panjang penggunaan rokok elektrik.
"Hingga kini," kata Knapton, "kami masih mencari tahu apakah rokok elektrik memang benar aman seperti apa yang orang pikirkan."
(meg/vga)