Tak dimungkiri paparan intensitas cahaya matahari yang memantul dari jendela bisa membuat ruangan terasa terlalu terang dan tak nyaman. Selain itu, pantulan sinarnya yang panas akan 'menyakiti' kulit.
Kini, tren kerai penutup jendela (blind) mulai berubah. David Chang, Director Asia and Pasific Coulisse mengungkapkan selama ini banyak orang memilih tirai hanya karena fungsinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini, pemilihan blind juga disesuaikan dengan style dan selera pribadi. Ini sama seperti memilih baju," katanya saat peluncuran Coulisse Indonesia di pameran Hotel no.12 di Senayan City, Selasa (20/9).
Selain perubahan fokus pemilihan blind, tren motif juga mulai bergeser. Jenfilia Suwandrei Arifin, Director Coulisse Indonesia mengungkapkan bahwa banyak orang kini sudah menyukai tirai yang tak lagi polos.
"Permintaan untuk blind bermotif ini di Indonesia semakin besar."
Jenfi menambahkan bahwa sebenarnya gaya blind dengan motif dan aneka warna ini sudah menjadi tren di Eropa sejak 10 tahun lalu.
"Tapi karena tren di Indonesia juga mengikuti tren di Eropa maka tren blind bermotif dan berwarna pun juga hadir di Indonesia."
Hanya saja, meski tren blind bermotif dan berwarna seperti Eropa, gayanya tak terlalu ramai dan menyolok. Dia menambahkan bahwa orang Indonesia masih lebih suka blind dengan warna putih namun dengan kain yang memiliki motif warna senada.
"Orang Indonesia tidak terlalu suka dengan warna yang terang dan motif yang ramai."
Pilih blind atau tirai?
Jenfi mengungkapkan selama ini orang yang memilih tirai kain jauh lebih banyak dibandingkan blind. Namun, sekarang ini blind pun mulai dilirik untuk keperluan rumah tangga.
Biasanya blind hanya digunakan di kantor atau rumah sakit saja. Tapi seiring waktu, banyak rumah tangga yang mengincarnya. Dibanding tirai, blind dianggap lebih sederhana dan tak menghabiskan ruang.
"Selain itu blind juga lebih mudah dibersihkan dibanding tirai. Jadi lebih mudah dirawat. Blind hanya perlu dibersihkan dengan lap basah atau dengan vacum cleaner saja," ujar Jenfi.
(chs/chs)