“Penghargaan Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 didominasi Sumatera Barat dan NTB, lalu disusul Aceh. Pilihannya makin banyak dan berkualitas,” terang Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H), Riyanto Sofyan.
Empat gelar terbaik direbut NTB dari kategori Resort Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Destinasi Bulan Madu Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, dan Kuliner Halal Khas Terbaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Aceh, kebagian tiga gelar bergengsi, yakni kategori Bandara Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, dan Daya Tarik Wisata Terbaik.
“Penilaiannya dilakukan dengan sangat fair. Profile, Key Achievment dan Unique Characteristics benar-benar sangat diperhitungkan dengan teliti. Izin usaha restoran atau hotel harus jelas. Sertifikasi halal harus ada. Pencapaian-pencapaian dan karakteristik daerah juga harus dicantumkan,” terang Riyanto.
Filter ketat tadi rupanya makin memantik orang untuk memberikan voting. Antusiasme masyarakat untuk jadi voter sangat tinggi. Jumlahnya jauh melebihi ekspektasi. Target 50 ribu voter yang dipancang ternyata malah jauh terlampaui hingga mencapai 115.462 orang.
“Dari data Global Muslim Tavel Index (GMTI, 2016), Indonesia ada di peringkat 4 dalam Top 10 Halal Friendly Holiday Destination di dunia. Dengan global leadership, pemasaran dan promosi, serta pengembangan destinasi dan kelembagaan, saya yakin pariwisata Indonesia bisa cepat naik ke nomor satu dunia,” papar Riyanto.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat atas penghargaan yang diterima oleh Sumbar, NTB dan Aceh. Dia mengingatkan agar selalu mengkalibrasikan diri dengan standar global. "Jika ingin menjadi global player, harus bisa mengikuti global standart," kata Arief Yahya.
Jika sudah bisa menang di level global, maka brand halal di daerah itu bisa semakin laku dan memiliki value yang lebih besar. Mempromosikannya juga lebih mudah, karena sudah dipercaya oleh lembaga internasional. "Selamat bertanding di level dunia, terus perbaiki kelemahan yang ada, agar semakin siap memasuki era persaingan sehat," kata dia. (odh/odh)