Tiap tahun, ICO mengajak asosiasi kopi di dunia untuk berpartisipasi dalam perayaan kopi ini. Mereka menyebut hari ini sebagai momen perayaan perjalanan kopi dari kebun ke kedai.
Hari Kopi Internasional pun sebelumnya sempat memiliki beberapa versi sebelum disahkan dua tahun lalu. Sebelumnya, tercatat ada 17 negara termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Skotlandia, Ethiopia, Inggris Raya dan Australia yang merayakan Hari Kopi pada tanggal 29 September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, negara yang ikut dalam organisasi ini hanya berjumlah 74 negara, namun kini sudah menjadi 77 negara. Dari Indonesia, saat ini telah bergabung 24 asosiasi kopi dalam ICO.
Di Indonesia, tercatat ada enam kota yang ikut merayakan Hari Kopi Sedunia kali ini. Bekasi, Bandar Lampung, Malang, Semarang, Yogyakarta dan tentu saja Jakarta
Di antara kota-kota tersebut, pusat perayaan hari kopi di Indonesia akan terpusat di Semarang.
Acara yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, Badan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang ini mempertemukan beberapa asosiasi kopi hingga pebisnis-pebisnis kopi ternama.
Sedangkan di Jakarta, perayaan Hari Kopi Sedunia baru akan digelar pada 15-16 Oktober mendatang. Untuk pertama kalinya Jakarta Coffee Week (Jacoweek) siap digelar.
Di sana akan ada 90 gerai kopi yang bakal menawarkan petualangan mencicipi berbagai macam jenis kopi, kepada pengunjung yang datang di HYPE Pantai Indah Kapuk.
Bahkan, di Jacoweek akan ada dua kompetisi berskala nasional yang melibatkan lebih dari 60 latte artist dalam Latte Art Showndown dan 80 ahli kopi se-Indonesia yang beradu dalam Battle of Brewers.
(meg/meg)